LITERASI DIGITAL GENERASI MILENIAL
Literacy Digital Di Kalangan Milenial
Pengertian literasi digital Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.
Era revolusi industri 4.0 kini telah menambah daftar kebutuhan primer manusia. Dahulu, kebutuhan primer adalah sandang, pangan, dan papan, tetapi saat ini, kebutuhan primer itu bertambah satu: kebutuhan akan internet.
Dengan kemudahan akses internet yang bisa ditemukan di mana pun, kapan pun, dan dilakukan oleh siapa pun, tentu membuat informasi yang beredar makin banyak dan beragam. Informasi yang dihasilkan pun mencakup beberapa macam, ada informasi yang kontennya bisa dipercaya dan aktual. Ada pula berita bohong atau hoax. Di sinilah peran penting dari literasi digital.
Pengertian lain dari literasi digital disampaikan oleh Iin Hermiyanto yang mendefinisikan literasi digital adalah ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Literasi digital intinya adalah kemampuan untuk bisa mencari, menemukan, menggunakan, dan menyebarluaskan kembali informasi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan menggunakan media digital. Literasi digital merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh pengguna internet, khususnya generasi milenial.
Hal ini bukan hanya sebatas proses generasi milenial berinteraksi dengan media digital, tetapi lebih kepada manfaat interaksi tersebut terhadap kehidupan generasi milenial. Tidak dapat dimungkiri, generasi milenial saat ini setiap harinya pasti mengakses internet. Tidak hanya milenial urban, tetapi juga milenial rural di rumah, di sekolah, dan di tempat kerja pun, mereka akan selalu terpaut dengan internet.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan, sebanyak 143,26 juta dari total 262 juta orang Indonesia sudah bisa mengakses internet. Dari 143,26 juta orang pengguna internet tersebut, ternyata 49,52% di antaranya adalah anak muda. Rincian usianya yaitu 13-18 tahun di angka 16,68%, usia 19-34 tahun 49,52%, usia 35- 54 tahun 29,55%, dan di atas 54 tahun sebanyak 4,24%. Angka-angka tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan APJII sepanjang tahun 2017.
Zaman membludaknya informasi digital saat ini menjadi salah satu cara oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoax atau melakukan cyber crime. Hoax bukan hanya sebuah lelucon untuk menghibur orang, melainkan menjadi sarana mengadu domba antar-ras dan golongan, penyebaran ujaran kebencian antar-umat beragama, bahkan sengaja dibuat untuk menjatuhkan image seseorang demi kepentingan politik.
Literasi digital juga dapat memberikan wawasan kepada masyarakat dalam mengakses, membuat, dan mengelola informasi, dan memanfaatkan secara bijak dan cerdas. Jadi, sebagai golongan pengguna internet terbesar di Indonesia, generasi milenial perlu didampingi dan dibekali kemampuan literasi digital.
Komentar
Posting Komentar